Suhu Udara Metropolis Tertinggi Terjadi Pada 20 Hingga 24 Oktober

20 10 2008

Mulai sabtu 11 oktober cuaca surabaya tidak sama seperti biasanya. setelah hari sebelumnya hujan beberapa jam. hari ini suhu udara begitu panas. Bahkan aku dijalan sempat habis 4 gelas minuman hanya untuk keluar gebang – karangmenjangan. Di belakang delta minum 2 gelas di depan kedokteran minum 1 gelas trus di depan kos minum 1 gelas. Total = 8000 rupiah habis untuk minum. Belum pernah merasakan suhu sepanas ini. setelah membaca surat kabar ternyata suhunya pernah mencapai 39 derajat selsius.

Berikut berita2 yang berhubungan dengan fenomena tersebut :

http://jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=30597

[ Senin, 20 Oktober 2008 ]
SURABAYA – Jelang musim penghujan, suhu udara di metropolis terus beranjak naik. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperkirakan, suhu udara tertinggi di kota ini bakal terjadi pada 20 hingga 24 Oktober. Kisarannya 36-37 derajat Celsius.

“Saat ini, bisa dikatakan posisi matahari tepat ada di atas Pulau Jawa. Maka, karena letaknya dekat, panas matahari langsung terasa,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Juanda Endro Tjahjono kemarin (19/10).

Dia menjelaskan, saat ini, matahari bergerak semu dari arah katulistiwa menuju garis lintang selatan (LS). Fenomena itu terjadi menjelang pergantian musim dari kemarau menuju penghujan. Posisi matahari diperkirakan ada di 6-7 derajat LS, persis dengan derajat lintang sebagian wilayah Jatim, terutama Surabaya. “Selain itu, posisi bumi dan matahari berada dalam titik terdekat. Maka, kondisinya lebih panas jika dibandingkan sebelum-sebelumnya,” kata Endro.

Mengapa suhu saat malam juga masih tinggi? Prakirawan cuaca BMG Tanjung Perak Arif Triono menjelaskan, kondisi itu juga disebabkan jarak bumi-matahari yang dekat. “Saat siang, panas matahari terserap ke bumi. Pada malam, panas itu keluar. Makanya, suhu tetap tinggi,” kata Arif.

Arif menjelaskan, cuaca yang panas biasanya diikuti penurunan kadar oksigen. Akibatnya, udara menjadi kurang sehat. “Kadar karbon yang kurang baik bagi kesehatan makin tinggi. Apalagi untuk kota seperti Surabaya yang tingkat polusinya masih tinggi,” jelasnya. 

Tak hanya itu, kemarau yang panas juga disertai peningkatan kadar debu dalam udara. Kualitas air pun menurun. “Air menjadi kurang sehat. Belum lagi jika kondisi air sudah tercemar. Karena itu, masyarakat harus benar-benar mengantisipasi hal ini,” ujarnya. 

Hentikan Pemanasan Global 

Sementara itu, terus meningkatnya suhu udara pada musim kemarau mendapat perhatian berbagai kalangan. Salah satunya dari Global Art Indonesia. Kemarin (19/10) lembaga kursus menggambar tersebut mengadakan kampanye melawan pemanasan global dengan cara unik di Le Ballroom, Pakuwon City.

Mereka mengadakan Pre-National Drawing Competition yang diikuti sekitar 550 anak dengan tema Stop Global Warming. Kompetisi tersebut dibagi menjadi empat kelompok sesuai umur. Kelompok A (4-6 tahun), B (7-9 tahun), C (10-12 tahun), dan D (13 tahun ke atas). 

Lombanya pun dibedakan. Kelompok A dan B lebih ke arah mewarnai. Karena itu, kertas yang digunakan untuk perlombaan sudah ada clue-nya (petunjuk). Mereka tinggal menggabungkan titik-titik di beberapa gambar. Setelah itu, baru diwarnai. Namun, peserta tetap diperbolehkan untuk menambah gambar sesuai kreativitasnya. ”Dilihat dari umur, mereka kan masih perlu dibimbing,” kata pimpinan Global Art Indonesia Timur Lilik Y. Prayugo. 

Untuk kelompok C dan D, kertas yang disediakan benar-benar kosong. Jadi, mereka harus menggambar dari awal. Temanya ajakan untuk mengurangi pemanasan global. Para pemenang lomba itu akan mengikuti lomba yang sama tingkat nasional di Jakarta pada 1 November.

Setelah menyelesaikan gambar, anak-anak disuguhi operet maskot festival dengan judul yang sama, Stop Global Warming. Selama 30 menit, mereka dihibur cerita tentang pentingnya menjaga alam yang diperagakan oleh penari Gucci Dance Academy. 

Di akhir acara, seluruh peserta berkumpul di halaman Le Ballroom sambil membawa balon berwarna hijau bertulisan Stop Global Warming. Lalu secara bersamaan, balon tersebut dilepaskan ke udara. Saat itu, sorak-sorai anak-anak tercipta. ”Ini sebagai tanda bahwa kami sangat mendukung kampanye menanggulangi dampak pemanasan global,” tegas Lilik.(ris/jan/fat) 

Fenomena Matahari Tepat di Equator Picu Hawa Lebih Panas
Steven Lenakoly – detikSurabaya


Suasana di Juanda/Budi Sugiarto
Surabaya – Berbeda dengan hari biasanya, hari ini cuaca di Surabaya cukup panas dengan posisi matahari tegak lurus, Senin (20/10/2008). Mulai pukul 06.00 WIB hawa sudah mulai panas dan posisi matahari lebih tinggi dibandingkan waktu yang sama di hari-hari biasa. Matahari juga berpijar lebih terang dibandingkan hari-hari lainnya.
Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Juanda Surabaya, ini adalah salah satu fenomena alam. Dan terjadi satu kali dalam setahun. Fenomena ini terjadi pada saat matahari berada di atas garis equator.

“Siklus ini terjadi sekali dalam setahun ketika pergerakan matahari tepat berada di atas equator Indonesia,” kata prakirawan BMG Juanda Taufik kepadadetiksurabaya.com saat dihubungi lewt telepon.

Sementara pada pukul 12.00 WIB nanti, kata Taufik, cahaya matahari di atas kepala kita dan tidak akan menimbulkan bayangan.

Menurut dia, akibat fenomena alam ini suhu udara lebih panas. Suhu mencapai angka 37 derajat Celcius dan ditambah dengan tidak adanya awan. Puncaknya mulai pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB.

“Sinar matahari terik tidak ada awan. Angin juga tidak bertiup kencang dan ini menambah suhu semakin panas,” ujarnya.(wln/fat)

Surabaya Pagi Ini Cukup Panas
Budi Sugiharto – detikSurabaya


Suasana di Juanda/Budi SSurabaya – Pagi ini cuaca di Surabaya panasnya cukup menyengat. Bahkan banyak masyarakat yang terkejut ketika menyaksikan posisi matahari nyaris berada di atas, seperti ketika sudah pukul 11.00 WIB.

Pengamatandetiksurabaya.com, Senin (20/10/2008) pukul 07.30 WIB, posisi matahari tidak seperti biasanya. Bahkan hawanya sudah terasa panas.

Ari Suwita, warga Sidoarjo yang mengantar anaknya ke sekolah di Gedangan biasanya merasakan silau yang luar biasanya ketika menuju ke sekolah anaknya.

“Pagi ini aneh. Ternyata setelah saya lihat ke atas posisi mataharinya sudah naik tinggi seperti tengah hari,” kata Ari yang dihubungidetiksurabaya.com.

Panasnya sinar matahari ini juga menghentikan aktivitas pelajar SDN Percobaan Surabaya di Gedangan Sidoarjo. 

“Olah raga khusus kelas satu dialihkan di ruangan karena di luar panas sekali,” kata Ari yang mendapat kabar tersebut dari sesama wali murid yang sedang menunggu putra-putrinya.(gik/gik)


Advertisements




Temuan Gemilang Anak Semarang

23 09 2008

irvan.rosyandi

Temuan Gemilang Anak Semarang

Lima Bulan, Kumpulkan Tiga Award Internasional
Heni Rachmawati, Penemu Obat Lever dengan Sistem Bertarget

Seorang dosen farmasi ITB berhasil mengembangkan obat antifibrosis dengan
sistem bertarget. Ini sebuah sumbangan berharga bagi pengobatan pasien
fibrosis hati di seluruh dunia.

TIDAK mudah mencari keberadaan Heni Rachmawati di ITB. Sebab, di kalangan
mahasiswa, nama Heni memang belum banyak dikenal. Maklum, sejak 2001, dia
sudah berada di Belanda untuk mengambil program doktor di Universitas
Groningen.
Read the rest of this entry »





UFO di Juanda Terkuak

26 07 2008

Detik Surabaya

Fotografer – Budi Sugiharto
Misteri UFO di sekitar Juanda akhirnya terkuak setelah sebelumnya smepat membuat heboh, Sabtu (26/7). UFO itu ternyata sebuah layang-layang berukuran besar (sowangan) yang diberi lampu warna-warni oleh Yajid salah satu warga Jalan Hikmah, Berto, Sedati, Sidoarjo.

Layangan

Layangan

Ha2 sudah saya duga …

Ufo kok seperti layangan soangan Hiks

Layangan ini pertama kali banyak aku temui di Daerah Banyuwangi

Lalu banyak tersebar di daerah Jember

Biasanya diikat ke pohon

Jam 9 Layangan ini di turunkan karena efek embun dimalam hari

So jelas saja klo di cari di pagi hari ya tidak ketemu

Lah wong jam 9 malam sudah di turunin. Ha2x





TNI AL Belum Terima Laporan Misteri UFO di Atas Bandara Juanda

25 07 2008

Zainal Effendi – detikSurabaya

Benda aneh yang terekam

Benda aneh yang terekam

Surabaya – Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI AL belum menerima kabar adanya benda misterius yang diduga UFO di atas langit Bandara Juanda Surabaya. Karena TNI AL belum terima laporan tentang benda misterius itu.

“Saya belum tahu ada kabar itu. Tapi biasanya di Juanda kalau malam ada latihan terjun payung atau pendaratan pesawat terutama helikopter,” kata Kepala Dinas Penerangan Koarmatim TNI AL Letkol Laut Tony Saiful saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (25/7/2008).
Read the rest of this entry »





Saat Melintas di Kudus, Pengendara Mobil Lihat Benda Hijau di Langit

25 07 2008

Budi Hartadi – detikSurabaya

Kudus dalam peta

Kudus dalam peta

Surabaya – Selain terlihat di atas langit atas Bandara Juanda dan sejumlah tempat di Jawa Timur, penampakan benda aneh bercahaya yang diduga UFO juga muncul di Kudus Jawa Tengah.

WD Adjie, seorang pembaca detiksurabaya dalam surat elektronik yang dikirim ke redaksi menceritakan, dirinya sempat melihat adanya benda melayang di udara dengan penuh cahaya hijau saat dalam perjalanan Demak-Kudus, Kamis (24/7/2008) sekitar pukul 18.45 WIB.

“Saya juga melihat penampakan yang sama di langit, hanya saja warna yg tampak pada tadi malam adalah warna hijau saja,” terangnya dalam email yang diterima redaksi, Jumat (25/7/2008) siang.
Read the rest of this entry »





Benda Bercahaya Tertangkap Mata Melintas di Atas Jatim Expo

25 07 2008

Budi Sugiharto – detikSurabaya

Christian Haris dan posisi Graha Pena

Christian Haris dan posisi Graha Pena

Surabaya – Pengakuan adanya benda aneh bercahaya di langit terus mengalir. Selain di atas Bandara Juanda, Lamongan ternyata juga muncul di pusat Kota Surabaya. Warga yang menyaksikan adalah Christian Haris.

Pria yang bekerja sebagai redaktur di Tabloid Nyata (Jawa Pos Group) ini melihat bola berwarna bergerak cepat, Kamis (24/7/2008) malam.
Read the rest of this entry »





Saksi Mata Pastikan Benda Aneh di Juanda Bukan Pesawat

25 07 2008

Budi Sugiharto – detikSurabaya

Surabaya – Rizqinofa Putra M (25) tidak heran jika kesaksiannya mengenai benda aneh yang terlihat di atas Bandara Juanda Sidoarjo bakal berujung pro dan kontra. Namun apa yang diungkapkan melalui rekaman videonya itu bukan rekayasa.

Sebenarnya, kejadian yang dialami Kamis malam (24/7/2008) itu tanpa disengaja. Saat itu, yang mengetahui kalo pertama adalah sang istri tercintanya ketika sedang di belakang rumah yang jaraknya hanya sekitar 2 kilometer dengan bandara.

Read the rest of this entry »