Perajin Bali Protes Pematenan Motif Perak oleh Orang Asing

21 09 2008

Detik.com

Demo thd Arogansi Kapitalis

Demo thd Arogansi Kapitalis

Denpasar – Tak cuma tempe, batik, dan lagu daerah yang dipatenkan orang asing. Peninggalan leluhur Bali berupa motif-motif perak pun sudah terdaftar di lembaga paten AS. Akibatnya, bila ada orang Bali yang memproduksinya harus berhadapan dengan hukum.

Jelas ini menyulitkan perajin Bali. Akibatnya 100-an perajin perak Bali menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Bali di Denpasar, Jumat (12/9/2008). Mereka menuntut penghentian hak paten perak motif Bali oleh orang asing.

Mereka berunjuk rasa dengan mengenakan pakaian adat. Tiga di antaranya ada yang melukisi tubuh mereka dengan motif perak terkenal yaitu motif tulang naga milik Lumajang, Jatim, dan perak motif Bali lainnya.

Tak lupa mereka melakukan aksi teaterikal yang bertema perampasan motif-motif perak tradisional Bali yang kemudian dipatenkan orang asing. Digambarkan pula, perajin berusaha merebut motif-motif tersebut dan menggagalkan hak paten tesebut sehingga menjadi milik pengrajin Bali kembali.

Dalam aksi ini, pendemo membawa beberapa spanduk, antara lain bertuliskan, “Stop penindasan terhdap pengrajin/seniman Bali oleh arogansi kaum kapitalis.”

“Jangan sampai motif perak Jawa dan Bali dipatenkan oleh orang asing. Motif ini sudah ada sebelum kami lahir,” kata Surat, salah satu orator yang tubuhnya dilukisi.

(nrl/gah)

Advertisements




800 Motif Perak Bali Dipatenkan Orang Asing

21 09 2008

detik

Demo thd Arogansi Kapitalis

Demo thd Arogansi Kapitalis

Denpasar – Perajin perak Bali memang layak menjerit. Bagaimana tidak? Sedikitnya 800-an motif perak tradisional Bali telah dipatenkan orang asing. Jadi jika mereka memproduksi perak dengan motif yang telah dipatenkan itu, mereka akan digugat.

“Orang Bali sudah mampu mendesain motif-motif perak Bali dan sudah mampu mempromosikannya ke seluruh negara di dunia. Ini karya seniman Bali, bukan karya perorangan,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Perak Bali Nyoman Mudita di sela-sela aksi demo 100-an perajin perak Bali di depan gedung DPRD Bali, Denpasar, Jumat (12/9/2008).

“Sekitar 800 motif perak yang sebagian besar menggunakan motif tradisional Bali telah diklaim sebagai milik perusahaan orang asing,” kata Mudita. Mudita juga menyebutkan nama pengusaha dan nama perusahaan asing yang mematenkan motif tersebut.

Mudita menuturkan, dengan pematenan motif perak tersebut, seniman Bali merasa dirugikan. “Kalau motif-motif tersebut dihakciptakan oleh orang asing, pada saat seniman Bali melakukan pameran di New York, begitu mereka pameran, mereka langsung kalah karena terbentur oleh motif-motif perak yang telah dipatenkan di AS,” beber Mudita.

Mudita menyatakan, perajin perak Bali datang ke DPRD Denpasar untuk mencari solusi terbaik tentang sistem hak paten perak di Bali. “Kita ingin jangan lagi (perak Bali) menjadi hak paten milik perorangan tetapi milik Bali,” kata dia.

Salah satu motif yang sidah dipatenkan oleh orang asing adalah rantai tulang naga yang telah ada sebelum RI merdeka, yang berasal dari Lumajang, Jatim. Juga ada berbagai motif pengrajin perak celuk Gianyar. “Jika pengrajin Celuk memproduksinya lagi, maka akan berhadapan dengan tuntutan hukum,” kata Mudita.

Motif lainnya adalah motif Keplak yang berasal dari leluhur orang Bali. “Kini namanya diubah menjadi dot motive dan diklaim sebagai hasil ciptaan pengusaha perak asing,” ujarnya.

(nrl/gah)